Jumat, Desember 05, 2014

Pengertian Nasionalisme



Adolf Henken (1988) menjelaskan pengertian nasionalisme sebagai pandangan yang berpusat pada bangsanya. Kata nasionalisme mempunyai dua arti.

1. Dalam arti sempit
Nasionalisme dalam arti sempit digambarkan sebagai sikap yang keterlaluan, sempit, dan sombong. Sikap ini tidak menghargai orang dan bangsa lain sebagaimana mestinya. Apa yang menguntungkan bagi bangsa sendiri begitu saja dianggap benar, meskipun mungkin menginjak-injak hak dan kepentingan bangsa lain. Nasionalisme semacam ini justru mencerai beraikan bangsa satu dengan bangsa lainnya.


2. Dalam arti luas
Nasionalisme dapat juga menunjuk sikap nasional yang positif, yakni sikap memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan serta harga diri bangsa sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme ini berguna untuk membina rasa bersatu antarpenduduk negara yang heterogen karena perbedaan suku, agama, dan asal usul. Ini juga berfungsi untuk membina rasa identitas, kebersamaan dalam negara, serta bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh.

Nasionalisme dalam arti yang kedua itulah yang perlu diwujudkan sekarang, sesuai dengan keadaan. Pada masa penjajah, misalnya, perwujudan nasionlaisme berupa perjuangan mendirikan negara sekaligus menentang penjajahan asing. Sementara, ketika negara telah berdiri, dengan bangsa yang sudah mulai merasa satu, nasionalisme tidak lagi diwujudkan dalam bentuk perjuangan merebut kemerdekaan secara fisik tetapi lebih diwujudlkan dalam bentuk mengisi kemerdekaan nasional melalui pembangunan menuju kehidupan yang lebih baik.

Sumber :  Zona Siswa. 2014. Pengertian Nasionalisme. http://www.zonasiswa.com /2014/07/pengertian-nasionalisme.html (diakses pada 4 Desember 2013)

Belajar Sejarah itu Penting



Banyak orang berkata “ngapain sih belajar sejarah? hari ini dijalani, besok udah jadi sejarah.”
Ditambah lagi pelajaran sejarah di sekolah yang isinya tanggal peristiwa tertentu, nama orang di masa lalu, serta banyak peristiwa yang terjadi di masa lalu. Semua itu ditulis dalam buku sejarah.
Membacanya saja sudah malas, gimana mau mengingat? apalagi menghafal.
Lagipula belajar pun tak akan mengubah apapun, karena semuanya sudah terlanjur terjadi.
Ya! Memang.. “Masa lalu memang tak bisa diubah. Tetapi, dengan belajar dari masa lalu, kita bisa mengubah masa depan.”

Tapi belajar sejarah itu penting loh pembaca J
Dengan belajar sejarah, berarti kita belajar dari sejarah..
Ya, dengan belajar dari sejarah, kita tak perlu gagal dulu sebelum mencoba sesuatu, karena kita telah belajar dari kegagalan orang lain di masa lalu. Ini salah satu pentingnya belajar sejarah. Masih banyak alasan kenapa belajar sejarah itu penting.
Pertama, belajar sejarah itu penting, karena belajar itu penting. Jadi belajar sejarah juga otomatis penting. karena diawali kata belajar
Kedua, belajar sejarah itu penting, terutama jika sudah belajar tentang perjuangan para tokoh dalam mencapai kemerdekaan negara kita tercinta ini. Belajar sejarah akan menumbuhkan sikap nasionalisme pada diri kita. Apa itu sikap nasionalisme? baca disini!
 Ketiga, Belajar sejarah itu penting. Contoh: Jika kemarin kita melakukan kesalahan, maka hari ini kita akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi.dalam hal ini kita belajar dari hari kemarin.
Keempat. Belajar sejarah itu penting karena di akhir semester pasti ada Ujian semester -_-
Setelah mempelajari sejarah, harapannya adalah kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Jangan sampai kesalahan orang terdahulu kita lakukan lagi karena kita tak belajar sejarah.


“Masa lalu memang tak bisa diubah. 
Tetapi, dengan belajar dari masa lalu, kita bisa mengubah masa depan”