Minggu, Mei 27, 2012

Cinta yang Terlambat

“Tak ada kata terlambat. Selagi bisa, lakukanlah.”

Kalimat yang begitu menebar semangat! Namun sepertinya hanya cocok untuk menghibur. Ya, menghibur seseorang yang terlambat..

Kenyataannya terlambat ya tetap terlambat, tak ada yang bisa dilakukan jika waktu sudah berlalu.

 

Aku suka, sayang, mungkin cinta kamu..

Tapi perasaan ini baru tumbuh setelah kamu bahagia bersama lelaki lain.

Terlambat !!

Kini Aku hanya bisa berusaha bahagia ketika melihatmu bahagia… .

Senin, Mei 21, 2012

Cepat Berjanji, Cepat Teringkari

17 November, Ini mungkin mimpi indah buatku saat kau berusaha mengenalku.

22 November, kau mengajakku menjalani hidup bersama dengan sejuta harapan di masa depan.

Begitu cepat kau memutuskan untuk membawaku dalam hidupmu, hingga aku sempat ragu apakah kau benar mencintaiku dan ingin segera ku miliki? Atau kau hanya mencari ketenaran dengan berpikir “Pacarku seorang mahasiswa.”

Entahlah.. hanya kau yang tahu tujuan hidupmu.

Waktu berlalu, kau selalu mengatakan cinta dan sayang. Akupun begitu. Akupun berusaha percaya, karena bukankah yang terpenting dalam sebuah hubungan adalah saling percaya?

Waktu berlalu lagi, ternyata kini kau sudah bukan milikku...

Kamis, Mei 17, 2012

Undang-Undang Seiira (UUS) No.1 tahun 2012 tentang Plagiarisme Blog

Pasal I

Dalam hal ini yang dimaksud dengan :

  1. Plagiarisme blog adalah tindakan menyalin tulisan sekurang-kurangnya delapan kalimat secara berurutan dari sebuah post di suatu blog untuk dipublikasikan di blog lain tanpa menyebutkan secara jelas sumber atau URL post yang disalin.
  2. Menyalin adalah melakukan tindakan copy-paste atau mengetik ulang tulisan yang sama.
  3. URL post adalah alamat internet dari sebuah post, bukan sekadar alamat/domain blog

 

Pasal II

Hal lain yang termasuk plagiarisme blog adalah:

  1. Jika post disebuah blog hanya terdapat kurang dari delapan kalimat seperti yang disebutkan dipasal I, maka menyalin semua isi posting juga termasuk plagiarisme blog.
  2. Menyalin isi sebuah post seperti yang disebutkan pada pasal I dengan hanya menyertakan alamat/domain blog yang disalinnya tanpa menyertakan URL post sumbernya secara jelas juga termasuk plagiarisme blog.
  3. Menyalin isi sebuah post seperti yang disebutkan pada pasal I untuk disebarluaskan dalam jenis ekstensi file lain (doc, pdf, dsb) sepanjang masih dalam lingkungan internet, juga termasuk plagiarisme blog
  4. Menyalin isi sebuah post lalu menerjemahkannya kedalam bahasa atau gaya tulisan lain tanpa menyertakan URL post sumbernya secara jelas juga termasuk plagiarisme.
  5. Menyebarkan UUS No.1 tentang plagiarisme blog dengan tanpa menyertakan URL post sumbernya secara jelas juga termasuk plagiarisme

 

Pasal III

Pengecualian:

  1. Menyalin isi sebuah post seperti yang disebutkan pada pasal I untuk dicetak dalam bentuk hard copy tidak termasuk dalam plagiarisme blog.

 

 

 

Disahkan di Kamar kost

Administrator Seiira’s Blog

 

Ttd.

 

M Yusuf Supriyadi

Rabu, Mei 09, 2012

TINDAKAN, MOTIF, DAN PRINSIP EKONOMI

Tindakan Ekonomi berdasarkan Motif dan Prinsip Ekonomi

Penyusun : M. Yusuf Supriyadi

 

 

A. Tindakan Ekonomi

Pada bab terdahulu, kita telah membahas manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral. Pada pembahasan tersebut telah diungkapkan bahwa manusia selalu memikirkan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama manusia hidup di dunia, mereka tidak akan berhenti untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak kita lahir ke dunia hingga kita dewasa dan menjadi tua, kita selalu butuh makan dan minum, kita butuh pakaian dan rumah sebagai tempat berteduh, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Lalu, bagaimana cara manusia memenuhi berbagai kebutuhannya? Ketika kita kecil, kita masih bergantung pada orang tua. Orang tualah yang memikirkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika kita besar dan dewasa, tanggung jawab orang tua semakin berkurang. Kita sendiri yang berpikir bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidup kita. Pada jaman sekarang untuk memenuhi kebutuhan manusia butuh uang. Uang didapat dari bekerja. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia jaman sekarang harus bekerja.

Bagaimana orang jaman dulu, ketika belum ada uang, memenuhi kebutuhannya? Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, manusia jaman dulu mengambil langsung dari alam. Mereka berburu menangkap binatang atau ikan dan mencari buah-buahan dan dedaunan yang tumbuh di lingkungan sekitar. Mereka pergi ke gua dan pohon tinggi besar sebagai tempat berteduh dan tidur. Untuk pakaian mereka menggunakan dedaunan yang lebar.

Jadi, dari jaman dulu sampai jaman kita sekarang ini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus bekerja. Jaman dahulu manusia bekerja dengan jalan mengambil langsung dari alam dan mengolah alam untuk menghasilkan makanan. Jaman sekarang manusia bekerja demi mendapatkan uang untuk dibelanjakan berbagai kebutuhan hidup. Manusia yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut melakukan tindakan ekonomi atau kegiatan ekonomi. Tidak hanya itu, ketika kita membeli barang atau menggunakan / memanfaatkan barang, berarti kita melakukan kegiatan ekonomi, yaitu kegiatan konsumsi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya manusia melakukan tindakan / kegiatan ekonomi.

Tindakan ekonomi terdiri atas tiga kegiatan pokok ekonomi, yaitu (1) kegiatan produksi, (2) kegiatan konsumsi, dan (3) kegiatan distribusi. Tiga kegiatan pokok ekonomi ini akan kita bahas lebih lengkap pada bab lain.

 

B. Motif Ekonomi

Apakah motif ekonomi itu? Motif berasal dari bahasa Inggris, motive, yang berarti dorongan. Secara sederhana, dorongan atau alasan yang membuat orang mau melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi. Lebih jelasnya, yang dimaksud motif ekonomi adalah suatu kekuatan yang mendorong orang untuk melakukan tindakan / kegiatan ekonomi.

Mengapa orang mau bekerja? Apa yang membuat petani mau bekerja di sawah? Apa yang mendorong nelayan mau bersusah payah mengarungi lautan luas mencari ikan? Apa yang membuat ayah atau ibu kita siang malam bekerja di kantor? Ada dua alasan mengapa orang melakukan kegiatan ekonomi, yaitu alasan ekonomi (motif ekonomi) dan alasan di luar ekonomi (motif nonekonomi).

Secara garis besar, motif ekonomi yang mendorong seseorang mau melakukan tindakan ekonomi karena seseorang itu ingin:

1. Mendapat laba / keuntungan.

2. Mendapat kepuasan atau kenikmatan sebesar-besarnya.

Sedangkan motif nonekonomi yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi karena seseorang itu ingin :

1. membantu orang lain.

2. mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari masyarakat.

3. mendapatkan kedudukan atau jabatan di masyarakat.

 

C. Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah dasar berpikir yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Dasar berpikir dalam prinsip ekonomi adalah:

Ø “Dengan pengorbanan tertentu diperoleh kepuasan sebesar-besarnya” atau

Ø “Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya demi mendapatkan kepuasan tertentu”

Mari kita pahami maksud dari kalimat yang menjadi dasar berpikir dari prinsip ekonomi di atas.

Misalnya ayah kita mempunyai perusahaan yang memproduksi sepatu. Sebelum sepatu dibuat, ayah kita menghitung berapa kira-kira biaya untuk memproduksi sepatu dan berapa harga jual sepatu itu. Jika ayah menerapkan prinsip ekonomi, maka ayah berusaha untuk menekan biaya pembuatan sepatu sekecil-kecilnya untuk mendapatkan laba atau keuntungan tertentu, sesuai harapan ayah.

Contoh yang lain, marilah kita ikuti seorang ibu yang sedang belanja di pasar. Ibu itu telah mencatat barang-barang yang akan dibeli. Ibu itu mengecek berapa uang yang dimilikinya. Jika ibu itu menerapkan prinsip ekonomi, apa yang akan dilakukan ibu itu? Tentu saja ibu itu menghitung uang yang dimilikinya agar cukup untuk belanja. Bahkan kalau bisa sisa. Bagaimana caranya?

Jika barang yang akan dibeli banyak sedangkan uang yang ada kurang, maka yang dilakukan adalah membuat skala prioritas. Ibu itu harus menetapkan barang apa yang paling penting dan mendesak untuk dibeli dan barang apa yang paling tidak penting dan tidak mendesak untuk dibeli.

Di samping membuat skala prioritas, ibu itu harus mencari informasi di mana bisa memperoleh barang-barang dengan harga yang lebih murah.

Sabtu, Mei 05, 2012

Mid Semester Pasar Uang dan Pasar Modal