Malam ini seperti biasa aku ingin
tidur lebih awal, tetapi seperti biasa aku selalu gagal mengabulkan keinginan
yang satu ini. Hingga pukul 00.28 WIB aku masih belum ngantuk, dan masih
sempat-sempatnya buat nulis. Huft...... kapan aku bisa tidur lebih awal? Dan kalau
sudah begini, kapan aku bisa bangun pagi?? Akhirnya, kapan aku bisa hidup
teratur???
Khusus malam ini, harusnya aku
benar-benar harus tidur lebih awal. Ya! Karena besok aku harus menempuh
perjalanan pulang ke kampung halaman. Aku sudah mencoba menghitung lalat, ikan,
serangga di notebook-ku. Aku mencoba
memejamkan mata dengan diiringi lagu-lagu mellow.
Aku malah jadi teringat suka duka
yang baru aku alami beberapa waktu yang lalu. Aku teringat saat saat Kuliah
Kerja Nyata (KKN). Aku teringat saat aku bersama ketujuh rekan satu timku
berjuang mendapatkan nilai KKN. “Ya! Aku akui memang perjuangan kami hanya
sebatas mendapatkan nilai yang baik. Bukan pengabdian kepada masyarakat.”
Temans..! masih ingatkah kalian
denganku? Masih ingatkah kalian dengan suka suka yang kita lalui bersama saat
itu? (ralat: suka duka)
Toni. Koordinator tim KKN yang sok
tegas, yang selalu melarang kami untuk bersenang-senang dengan alasan “Selesaikan
dulu nih program, baru kita bisa bersenang-senang!”
Kriting. Yang selalu lari dari
tanggung jawabnya sebagai mahasiswa KKN dan lebih memilih bermain sepakbola.
Priyo. No comment.. kayaknya Pulsamu
belum aku bayar yang 10.000 :D
Mba ida. Yang udah kaya ‘rentenir’,
tiap ketemu pasti ditagih bayar uang kas.
Ajeng. Yang tak pernah lupa dengan
kemanja-manjaannya yang tingkat akut, yang takut item karena panas, dan yang
nggak sudi makan semur jengkol.
Yuli. Yang pernah mengelabuhi aku
dengan tipu muslihatnya, sehingga aku jadi obat nyamuk saat dia kencan dengan
temannya.
Isti. Awas kamu kalau ketemu aku
jepret pake karet gelang!
Semuanya masih teringat jelas
dihati dan ingatanku.
Temans.. seandainya di kamarku ini
ada jam dinding, pasti kan ku puter ulang sampai saat kita bersama dulu.
Tetapi ini hanya seandainya...
Kalaupun aku punya jam dinding, aku
tetap manusia biasa. Aku tak punya kuasa memutar waktu. Aku hanya bisa
memutarnya dalam anganku, dan mencoba untuk aku tulis disini.
Dan hal terbesar yang bisa aku
lakukan saat ini hanya mengucapkan terima kasih.
Terimakasih temans, atas kehadiran
kalian dalam lembaran hidupku..
Terimakasih, Thanks.. Maturnuwun..
berkat kalian sekarang aku udah ngantuk. Selamat tidur temans...
Sekian. Tanpa Salam..! -,-‘

1 komentar:
Contoh komentar
Posting Komentar