Minggu, Januari 22, 2012

Terima Kasih Temans... !


Malam ini seperti biasa aku ingin tidur lebih awal, tetapi seperti biasa aku selalu gagal mengabulkan keinginan yang satu ini. Hingga pukul 00.28 WIB aku masih belum ngantuk, dan masih sempat-sempatnya buat nulis. Huft...... kapan aku bisa tidur lebih awal? Dan kalau sudah begini, kapan aku bisa bangun pagi?? Akhirnya, kapan aku bisa hidup teratur???
Khusus malam ini, harusnya aku benar-benar harus tidur lebih awal. Ya! Karena besok aku harus menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman. Aku sudah mencoba menghitung lalat, ikan, serangga di notebook-ku. Aku mencoba memejamkan mata dengan diiringi lagu-lagu mellow.

Tetapi hasilnya...

Aku malah jadi teringat suka duka yang baru aku alami beberapa waktu yang lalu. Aku teringat saat saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Aku teringat saat aku bersama ketujuh rekan satu timku berjuang mendapatkan nilai KKN. “Ya! Aku akui memang perjuangan kami hanya sebatas mendapatkan nilai yang baik. Bukan pengabdian kepada masyarakat.”
Temans..! masih ingatkah kalian denganku? Masih ingatkah kalian dengan suka suka yang kita lalui bersama saat itu? (ralat: suka duka)
Toni. Koordinator tim KKN yang sok tegas, yang selalu melarang kami untuk bersenang-senang dengan alasan “Selesaikan dulu nih program, baru kita bisa bersenang-senang!”
Kriting. Yang selalu lari dari tanggung jawabnya sebagai mahasiswa KKN dan lebih memilih bermain sepakbola.
Priyo. No comment.. kayaknya Pulsamu belum aku bayar yang 10.000 :D
Mba ida. Yang udah kaya ‘rentenir’, tiap ketemu pasti ditagih bayar uang kas.
Ajeng. Yang tak pernah lupa dengan kemanja-manjaannya yang tingkat akut, yang takut item karena panas, dan yang nggak sudi makan semur jengkol.
Yuli. Yang pernah mengelabuhi aku dengan tipu muslihatnya, sehingga aku jadi obat nyamuk saat dia kencan dengan temannya.
Isti. Awas kamu kalau ketemu aku jepret pake karet gelang!
Semuanya masih teringat jelas dihati dan ingatanku.
Temans.. seandainya di kamarku ini ada jam dinding, pasti kan ku puter ulang sampai saat kita bersama dulu.
Tetapi ini hanya seandainya...
Kalaupun aku punya jam dinding, aku tetap manusia biasa. Aku tak punya kuasa memutar waktu. Aku hanya bisa memutarnya dalam anganku, dan mencoba untuk aku tulis disini.
Dan hal terbesar yang bisa aku lakukan saat ini hanya mengucapkan terima kasih.
Terimakasih temans, atas kehadiran kalian dalam lembaran hidupku..
Terimakasih, Thanks.. Maturnuwun.. berkat kalian sekarang aku udah ngantuk. Selamat tidur temans...


Sekian. Tanpa Salam..! -,-‘

1 komentar:

Js mengatakan...

Contoh komentar