Sore itu langit begitu cerah, menerangi raut wajahku yang suram penuh penantian.
Ya, tiga hari sebelum hari itu orang tuaku memberi janji manis padaku. Sebuah notebook yang aku idam idamkan akan segera ku miliki 3 hari lagi.
Begini kronologis kejadian penantian saya dari hari ke hari :
Singkat cerita,
Tiga hari aku lalui dengan penuh harapan dan khayalan tentang benda misterius itu.
Aku berpikir hidupku akan menjadi lebih baik. Aku bisa main game dengan puas, menghemat uang yang selama ini aku buang di tempat sampah (baca: warnet) depan kos ku, dan kepuasan-kepuasan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu disini.
Hari keempat:
Tiga hari telah berlalu. Tetapi janji tinggallah janji, dan penantian tinggallah penantian. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keadaan saya. Karena hingga hari ini Saya masih menjadi seorang pengkhayal.
Fiuhh! Ini sangat menyiksa !
Hari kelima:
Saya masih seorang pengkhayal !
Hari keenam:
Singkat cerita. Sampailah saya di hari kelima. Dan saya sangat bahagia karena ada telepon dari ibu saya. Tetapi apa yang terjadi??
Berikut percakapan saya melalui telepon dengan ibu saya:
"halo. Assalamualaikum"
aku jawab "Waalaikumsalam, ada apa bu?"
"kamu jadi mau beli notebook suf?"
"iya bu, kapan?"
"nanti ibu transfer uangnya 3hari lagi ya suf"
"iya iya bu" jawabku dengan nada girang. Dan telepon pun berakhir dengan ucapan salam.
Aku bahagia.
50 detik kemudian Saya tersadar.
KENAPA 3 HARI LAGI ??
Angka 3 ini sungguh keramat !!
1.. 2.. 3 hari berlalu lagi, dan angka 3 itu muncul lagi.
TIDAKKK...!!
Eeiiits..
Tetapi kali ini angkanya 3 juta .Hahai.. :D
Tunggu saya di toko notebook.. :D
:D
:D
:D
( Sungguh peristiwa yang seharusnya tidak perlu saya tuliskan disini -_-" )

0 komentar:
Posting Komentar